Apa
yang mereka dapatkan
Apa
yang kami terima
Apa
yang harusnya tak ada
Itulah
pertanyaan yang menggelitik di setiap langkah gontaiku di sini
Bagaimana
mungkin aku terus berjalan
Tanpa
tau arah
Tanpa
tau batas
Tanpa
ada yag menemani menggores tinta tinta
Menjadi
pamong praja utuh hati dan jiwanya untuk bangsa
Angin
abdi praja berhembus lirih di lagu lagu telingaku
Parade
menggetarkan jiwaku yang sepertinya kalut
Aku
takut ibu
Masih
sangat takut untuk berdiri di ksatriaan ini
Bapak...
Taukah
kau putrimu menangis membayangkan diri menjadi pemimpin nanti
Dalam
gedung penuh sesak
Dalam
lautan keringat
Kami
disini berdiri berdiri jauh dari yang terkasih
Mace
, pace, akang , teteh , kakak
Mereka
lah yang kerap kali terdengar nyanyian nyanyiannya
bersiul
setiap petak tak
bernyawa
Kami
memang terjamin
Kami
memang nyaman
Tapi
terkadang , ada nyanyian sumbang
Ada
keluhan kecil yang merayap di dinding kebisuan dalam wisma
Dalam
sucinya embun malam
Kami
terjaga dengan tetap mengingat-Mu
Kami
menangis merindu mengingat
Mereka
yang jauh , mereka yang menunggu peluh kami
Ya
Rabb
Kau
yang maha tau apa yang kami rasa
Aku
titipkan ibu dan bapak di rumah
Aku
titipkan nyanyian kecilku di sana
Walaupun
aku takut
Walaupun
aku pernah terisak
Aku
yakin Kau bersamaku
Aku
yakin mereka selalu untukku
Disatu
sisi aku Tak pernah berniat berpuisi
Hanya
gorean hati yang terkadang bergejolak ingin di tumpahkan
Kamis
, 14 feb 13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar