Minggu, 15 Februari 2015

TUGAS PENGANTAR AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH

Pengertian Akuntansi Pemerintah
Berdasarkan pengertian pemerintah daerah, maka Akuntansi Pemerintah Daerah menurut Abdul Hafiz (2006:35) “Dapat di definisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk pelaporan hasil-hasilnya dalam penyelenggaraan urusan pemerintah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam system dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
Menurut Abdul Halim (2008:35) memberikan definisi akuntansi pemerintah daerah yang disebutnya sebagai Akuntansi Keuangan Daerah, Akuntansi Keuangan Daerah adalah: “Proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari entitas pemerintah daerah (kabupaten, kota atau provinsi) yang dijadikan informasi dalam rangka pengambilan  keputusan ekonomi oleh pihak-pihak eksternal pemerintah daerah yang memerlukan”.
Menurut Indra Bastian (2007:15 )akuntansi sector public dapat didefinisikan sebagai “...mekanisme teknis dan analisis akuntansi yang diterapkan pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi Negara dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sector public dan swasta”.
Menurut Dedi Nordiawan (2006:35)akuntansi  sector public adalah  “Proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisisan dan pelaporan transaksi keuangan dari suatu organisasi publik yang menyediakan informasi keuangan bagi para pemakai laporan keuangan yang berguna untuk pengambilan keputusan”
PERBEDAAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DAN AKUNTANSI SEKTOR SWASTA (KOMERSIAL)
 Terdapat beberapa perbedaan dan persamaan antara akuntansi untuk sektor publik dan akuntansi untuk sektor komersial. Perbedaan tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:
No
Perbedaan
Sektor Publik/Pemerintahan
Sektor Swasta/Komersial
1
Tujuan Organisasi
Nonprofit motif
Profit motif
2
Sumber Pendanaan
Pajak, Retribusi, Utang, Obligasi Pemerintah, Laba BUMN/ BUMD, Penjualan aset Negara, dsb; Sumbangan, Hibah.
Pembiayaan internal: Modal sendiri, laba ditahan, penjualan aktiva. Pembiayaan Eksternal: Utang Bank, Obligasi, penerbitan saham
3
Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban kepada publik/ masyarakat dan parlemen (DPR/ DPRD)
Pertanggungjawaban kepada pemegang saham dan kreditor
4
Struktur Organisasi
Birokratis, kaku, dan hirarkis
Fleksibel: datar, piramid, lintas fungsional, dsb
5
Karakteristik Anggaran
Terbuka untuk publik
Tertutup untuk publik
6
Sistem akuntansi
Basis Kas
Basis Akrual

Sedangkan perbedaan antara sektor publik dan sektor komersial dalam laporan keuangannya dapat dilihat dalam tabel berikut:
No.
Aspek Pembeda
Sektor Publik
Sektor Komersial
1.
Perbedaan Tujuan
  • Tidak ada perhitungan laba rugi, yang ada surplus atau defisit
  • Tidak ada revaluasi aset
  • Tidak ada penyusutan aset tetap
  • Perbandingan anggaran terhadap realisasi dari pendapatan dan belanja
  • Terdapat perhitungan laba rugi
  • Dimungkinkan adanya revaluasi aset
  • Adanya penyusutan aset tetap
  • Perbandingan antara pendapatan dan beban
2.
Masalah Pendapatan
  • Pendapatan tidak bersifat resolusing artinya tidak dapat diputar lagi untuk belanja tahun yang akan datang
  • Sebagian pendapatan diperoleh dari pemaksaan (contoh pajak)
  • Penerimaan pinjaman dijadikan pendapatan
  • Pendapatan tahun berjalan dpt disimpan untuk digunakan pada tahun yang akan datang
  • Pendapatan diperoleh dari pihak lain yg sukarela membeli barang/jasa
  • Penerimaan pinjaman dijadikan kewajiban
3.
Masalah Beban
Menggunakan istilah expenditure (belanja), dimana didalamnya termasuk :
  • Expense (beban/biaya)
  • Pembayaran angsuran
  • Pelunasan utang
  • Pembelian aset tetap
Menggunakan istilah expense (beban/biaya) dimana cakupannya lebih sempit daripada expenditure
4.
Masalah Penganggaran
  • Terdapat akuntansi anggaran (budgetory accounting)
  • Terdapat rekening-rekening anggaran
  • Perbandingan antara nggaran dan realisasinya dilakukan secara intrakompatable (dalam pembukuan)
  • Tidak terdapat akuntansi anggaran (budgetory accounting)
  • Tidak terdapat rekening- rekening anggaran
  • Perbandingan antara nggaran dan realisasinya dilakukan diluar pembukuan
5.
Masalah Kepemilikan
Tidak terdapat tanda kepemilikan, yang bertindak sebagai pemegang kebijakan adalah rakyat selaku pemegang kedaulatan tertinggi
Terdapat tanda kepemilikan, yang diwujudkan dlam modal saham, pemegang saham mayoritas dapat bertindak selaku pemegang kebijakan perusahaan
6.
Masalah Basis Akuntansi
Basis kas untuk pengakuan pendapatan dan beban, basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas
Basis akrual baik untuk pengakuan pendapatan, beban, aset, kewajiban dan ekuitas (modal)
7.
Masalah Sistem Entry yang Digunakan
Paralel antara single entry dan double entry:
  • Single entry untuk pencatatan pembukuan pada bendahara
  • Double entry untuk pencatatan dengan komputerisasi pada Sistem Akuntansi Pemerintahan
Double entry


PERBEDAAN AKUNTANSI BASIS KAS DAN AKUNTANSI BASIS AKRUAL
Konsep (Metode) Pencatatan Akuntansi. Ada dua konsep pencatatan akuntansi , yaitu :
ü Cash Basis
Pencatatan basis kas adalah teknik pencatatan ketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan. Dengan kata lain Akuntansi Cash Basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.Cash Basis akan mencatat kegiatan keuangan saat kas atau uang telah diterima misalkan perusahaan menjual produknya akan tetapi uang pembayaran belum diterima maka pencatatan pendapatan penjualan produk tersebut tidak dilakukan, jika kas telah diterima maka transaksi tersebut baru akan dicatat seperti halnya dengan “dasar akrual” hal ini berlaku untuk semua transaksi yang dilakukan, kedua teknik tersebut akan sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan, jika menggunakan dasar akrual maka penjualan produk perusahaan yang dilakukan secara kredit akan menambah piutang dagang sehingga berpengaruh pada besarnya piutang dagang sebaliknya jika yang di pakai cash basis maka piutang dagang akan dilaporkan lebih rendah dari yang sebenarnya terjadi. Cash Basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu :
1.       Pengakuan Pendapatan
Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep cash basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
2.       Pengakuan Biaya
Pengakuan biaya, pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya sudah diakui pada saat itu juga. Untuk usaha-usaha tertentu masih lebih menggunakan cash basis ketimbang accrual basis, contoh : usaha relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).
ü Accrual Basis
Basis Akrual (Accrual Basis) Teknik basis akrual memiliki fitur pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksi tersebut memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksi dicatat pada saat terjadinya walaupun uang belum benar – benar diterima atau dikeluarkan.Dengan kata lain basis akrual digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana. Jadi Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

Basis Akrual juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu:
1)      Pengakuan pendapatan
Saat pengakuan pendapatan pada accrual basis adalah pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep accrual basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas benar-benar diterima. Makanya dalam accrual basis kemudian muncul adanya estimasi piutang tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.
2)      Pengakuan biaya
Pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi. Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah terjadi, maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar. Dalam era bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantiasa menggunakan konsep accrual basis ini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar