aku berusaha mengenalmu
tapi kau berbelit
aku berusaha mencumbumu
tapi kau makin melejit
makin menyeruak nafas
makin memuncak hasrat
makin meninggi rayuan hiperbolamu
ada makna di balik katamu
ada suara di balik goresanmu
Hanyutkan aku dalam derasnya estetika dirimu
Hilangkan nafas biadab mereka dalam untaian katamu
[sebuah puisi untuk "puisi"]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar