selamat datang Maret :)
Hari ini, tepat 2 bulan sejak januari, saya masih disini. Masih tersenyum , masih berusaha dan akan terus berusaha bertahan dengan hiruk pikuk Kampus IPDN Sumatera Barat ini .
Hari ini, tepat ketika saya memilih untuk tak mengambil pilihan . Pilihan untuk malas , ataupun pilihan untuk repot . Saya tak kuasa berpihak pada salah satunya . Sebaiknya, saya berada diantara kedua pilihan itu . Saya akhirnya MALAS REPOT .
Hari ini, karena saya sedang dalam kondisi MALAS REPOT , tentunya sangat berpotensi tinggi terjadinya GALAU . Jadi saya lebih suka mengantisipasi bencana besar itu (read : galau) dengan melampiaskan dan menuliskannya di sini, di blog yang belum terjamah oleh siapapun .
Masih di hari ini, karena kampus saya berada jauh dari keramaian, jauh juga dari kesunyian, jauh dari rumah, dan sangat jauh dari kamu (yang merasa saja) saya akhirnya menenggelamkan diri sejauh-jauhnya dalam tulisan ini. Saya bisa berteriak , walaupun tak bersuara . Saya bisa membayangkan walau tak bisa merasakan. Saya bisa bersenandung walau tanpa melodi , dan saya tak tau bisa apa lagi disini .zzz
Oke, inti tulisan ini, hanya untuk menujukkan sebagian kecil usaha saya ingin bisa menulis. Entah tentang apapun . Sesuatu yang nanti layak untuk dinamakan sebuah bacaan. Oh hey, dan sejujurnya, saya belum paham apa yang baik untuk saya tulis .
Banyak sekali , banyak hal, banyak contoh, dan banyak-banyak lagi yang lainnya para penulis handal yang memberikan tips terbaik untuk menjadi penulis yang baik . Mulai dari seorang penulis cilik (entah sekarang dia masih patut di sebut cilik atau tidak) yang saya baca novelnya pada usia sekitar 10 tahun , bernama A. ATAKA A.R "Misteri Pedang Skinheald", DEE, Asma Nadia, Andrea Hirata, Gola Gong dan Tias Tatanka ( pasangan penulis yang sangat saya kagumi, karena meraka punya "RUMAH DUNIA" di Serang dan saya sangat-sangat-sangat ingin kesana ), Pramoedya Ananta Toer , dan beberapa artis yang BERHASIL menulis kisah mereka dalam sebuah buku . Mereka punya ribuan kisah yang akhirnya laku dikonsumsi oleh kita semua .
Bahkan para penulis cilik lain yang tergabung dalam KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) , Oh Tuhan, saya kalah dengan mereka yang masih sangat belia . Bisa kah saya sedikit saja seperti mereka ??? dari mana datangnya ribuan kata yang bisa mereka jual dengan sangat laku ? dari mana datangnya kelihaian jemari mereka dalam merangkai kalimat-kalimat itu ?
Dan, Hari ini, saya berharap Tuhan mau memberikan jawabannya melalu contekan yang di titipkan kepada saya.
Rabu, Bukittinggi menjelang senja . Di sebuah kamar yang merindukan jendela dunia .
Berikan saya contekan Tuhan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar