Rabu, 11 Maret 2015

Menulis

Hal yang selalu saya sukai, sekaligus hal yang membuat saya geram . Dialah menulis .
setiap kata dan bait yang mengalir dari hasil orgasme yang baik antara hati dan pikiran. Hasil penggabungan senyawa logika dan nurani yang terkadang bentrok . Menulis, sebuah karangan dari Tuhan, sebuah contekan dari Tuhan yang membuatku sedikit lebih menghargai hidupku .

Terlalu banyak orang yang harus saya sebutkan untuk mereka yang diberi karunia istimewa dari Tuhan ini . Dan bagi diri saya sendiri, saya sangat paham, sangat tahu diri jika MENULIS adalah salah satu kelemahan saya  . Namun Begitu besar keistimewaan tangan manusia ternyata , dan kita bisa melihat itu dari tulisan-tulisan mereka yang seakan membawa kita hanyut dalam bukunya.

Menulis bagi saya sebuah ancaman, karena di salah satu tips menulis yang baik, dari sekian banyak tips yang ada, saya tertarik dengan satu hal . Si penulis tips tersebut mengatakan, "menulis merupakan tolak ukur dirimu dalam menyelesaikan permasalahan hidup . Jika anda bisa menyelesaikan satu tulisan, entah tentang apapun , maka anda sudah berhasil menyelesaikan satu masalah hidup". Dan ketika saya tidak sanggup , tulisan saya beradu antar hati dan pikiran , disitulah kadang saya merasa sedih.


Saya pernah bertanya pada seorang teman, sebut saja namanya Bunga .
"apa yang membuatmu suka menulis" ? 
"saya terkadang berpikir menulis merupakan salah satu ciri kealayan yang ada di dunia ini , apalagi mereka yang suka menulis buku diary!"

"alay banget ga sih menurut kamu ? "

dan, si Bunga berkata "Menulis adalah caraku menyapa dunia jika suatu saat suaraku tak terdengar ".

Sebuah kata yang membuat saya jatuh hati .
Menulis adalah cara dia berbicara , namun dengan goresan . Dan jika kita mati, tulisan itu akan tetap hidup . Begitu kiranya si Bunga mengantarkan saya untuk belajar berbicara lewat tulisan .

Menulis, hal yang ingin selalu saya kuasai namun terkadang sering mengalahkan saya .
Menulis, hal yang mengajari saya menyapa
Menulis, obat di kala nurani saya merasa nyeri
dan menulis, yang terkadang menghantarkan saya ke kubangan bentrokan alam di hati .

Semoga Allah selalu mengizinkan saya bersenandung lewat tulisan, belajar lewat goresan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar